
Akademi Maritim Maluku Wisuda Puluhan Taruna, Siap Perkuat Sektor Maritim Nasional
AMBON – Akademi Maritim Maluku (AMM) kembali melahirkan lulusan terbaik melalui acara Wisuda ke-VIII, Diploma III Ahli Madya Transportasi angkatan ke-32 yang digelar dengan khidmat di Gedung Serbaguna Xaverius Kota Ambon. Sebanyak puluhan taruna dan taruni dari program studi Nautika, Teknika, dan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga & Kepelabuhanan (KPN) resmi dikukuhkan sebagai perwira remaja pelayaran Niaga.
Dalam acara wisuda Akademi Maritim Maluku (AMM), sambutan dari Kepala LLDIKTI Wilayah XII (menaungi wilayah Maluku dan Maluku Utara) yang diwakili oleh Kabag Umum LLDIKTI Wilayah XII Stevy. Moniharapon, ST, MM. sekaligus membuka acara Pelantikan Perwira Remaja Pelayaran Niaga dan Wisuda Diploma III Transportasi Akademi Maritim Maluku. Dalam Sambutannya Beliau Mengapresiasi AMM sebagai institusi pendidikan vokasi yang berkontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor maritim, yang merupakan sektor strategis di wilayah Kepulauan Maluku, dan mengingatkan wisudawan bahwa wisuda hanyalah tonggak awal dari fase baru yang penuh tantangan di dunia kerja.
Dalam wawancara terpisah, Direktur Akademi Maritim Maluku Charles Y. Pesurnay, S.Sos, M.Si menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan disiplin tinggi di kampus AMM tersebut. Beliau menekankan bahwa tantangan di dunia industri maritim global saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan mentalitas yang kuat.
Ucapan Selamat dari Wasekjen Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Pusat, Capt. Armansyah, SH, M.Mar, dalam acara wisuda Akademi Maritim Maluku (AMM) memberikan dimensi penting bagi para wisudawan dari perspektif organisasi profesi pelaut nasional. di Lokasi berbeda Beliau Menyampaikan selamat kepada para wisudawan/wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan di AMM, sebuah institusi yang memiliki peran strategis dalam menyuplai tenaga maritim profesional. Mendorong lulusan untuk tidak hanya berhenti pada ijazah formal, tetapi terus meningkatkan sertifikasi dan penguasaan bahasa asing agar mampu bersaing dengan pelaut dari negara lain.